Latest News

Senin, 06 Februari 2017

5 Makanan Khas Wonosobo Yang Harus Anda Coba





Wonosobo tidak hanya memiliki panorama alam yang dapat memanjakan siapapun yang datang mengunjunginya. Namun Wonosobo juga memiliki beberapa makanan khas yang harus Anda coba. Sedikitnya ada 10 makanan yang harus Anda kenal.


1.  Carica

Hasil gambar untuk carica wonosobo

sebuah surat kabar menggambarkan buah yang masih satu rumpun degan pepaya ini dengan sebutan buahnya para dewa di dataran tinggi Dieng. Buah Carica hanya tumbuh di dataran tinggi, di 1.500 sampai 3.000 m diatas permukaan laut. Nama latinnya Vasconcellea Cundinamarcensis, termasuk Family Caricaceae dan asalnya dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan.

Oleh masyarakat Dieng maupun masyarakat Wonosobo bagian utara mengolah buah carica menjadi berbagai olahan seperti manisa, keripik dan lainnya. Bila Anda jalan-jalan ke dataran tinggi Dieng, banyak rumah-rumah yang menjual aneka macam olahan carica di pinggir jalan raya.

Harga eceran carica mulai Rp 4000,- dan per kotak mulai Rp 30.000, -masih terbilang murah untuk dijadikan oleh-oleh bukan?

2.      Dendeng Gepuk

Hasil gambar untuk Dendeng Gepuk wonosobo

Makanan khas Wonosobo yang terbuat dari daging sapi pilihan patut Anda coba. Agar lebih nikmat saat menyantap makanan yang satu ini, ambillah nasih hangat dan sambal bajak.

Untuk mendapatkan Dendeng Gepuk, Anda harus pergi ke pusat oleh-oleh khas Wonosobo yang ada di sekitar pusat  kota. Harganya cukup murah, mulai dari sekitar Rp 100.000/kotaknya. Penasaran?

3.       Kacang Dieng

Hasil gambar untuk Kacang Dieng wonosobo

pernah dengar ada orang bilang “kacang babi” (kacang Dieng), ya kacang Dieng berasal dari tumbuh-tumbuhan sejenis kacang-kacangan yang hanya tumbuh dengan baik di dataran tinggi Dieng, kacang ini memiliki bentuk yang unik, tidak seperti jenis kacang-kacangan lain. Bentuknya besar dan melebar  yang ditengahnya berwarna hitam.

Masyarakat dataran tinggi Dieng dan sekitarnya lebih sering menyebut dengan istilah kacang babi, sedangkan dikalangan wisatawan kacang babi lebih dikenal dengan istilah kacang dieng, makanan ringan asli, dalam arti setiap wisatawan yang membeli kacang Dieng.

Soal rasa boleh dicoba, karena lidah tak pernah bohong (Ungkapan ini tak hanya berlaku untuk salah satu iklan produk makanan di TV, tapi juga berlaku untuk kacang dieng). kacang Dieng termasuk jenis kuliner / makanan ringan yang terkenal akan kelezatanya, rasanya yang gurih juga mengandung nilai gizi tinggi. Yang hobby makan kacang, dijamin ketagihan.

Pantas saja jika Kacang Dieng menjadi primadona dikalangan wisatawan, disamping harganya yang terjangkau kacang Dieng cocok untuk oleh-oleh atau sekedar untuk cemilan di perjalanan.  

4.       Keripik Jamur,

Hasil gambar untuk Keripik Jamur  wonosobo

Jaman dulu masyarakat Dataran Tinggi Dieng – Wonosobo, memanfaatkan Jamur
sebagai bahan makanan basah atau makanan kaleng. Seiring jalannya waktu,  
inovasi di dunia kuliner semakin berkembang sehingga masyarakat mengolah jamur
menjadi keripik. Sampai saat ini Keripik Jamur lebih digemari dikalangan masyarakat
setempat maupun wisatawan.

Bukan hanya rasanya yang enak,  Keripik Jamur mengandung kadar protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras dan gandum. Keripik Jamur juga mengandung sembilan jenis Asam amino esensial, yang lebih menarik Jamur dikenal sebagai makanan yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Lezat, Sehat, Halal dan Murah itulah ungkapan yang layak diberikan untuk Keripik Jamur. Jika anda penasaran dengan Keripik Jamur, segera bergegas ke dataran tinggi dieng untuk mendapatkanya.

5.       Mi Ongklok, 

Hasil gambar untuk Mie Ongklok wonosobo

bakmi atau mi rebus khas kota Wonosobo  yang wajib Anda coba dibuat dengan racikan khusus menggunakan kol, potongan daun kucai, dan kuah kental berkanji yang disebut loh.

Mi ini banyak dijajakan di berbagai warung dan rumah makan di kota tersebut. Pendampingnya biasanya adalah sate sapi, tempe kemul, serta keripik tahu.

Ongklok, sebenarnya adalah nama alat bantu untuk merebus mi. Semacam keranjang kecil dari anyaman bambu yang dipakai untuk membantu perebusan mi. Penggunaan alat bantu ini khas daerah setempat sehingga diberikanlah nama mi rebus ini sesuai dengan alat tersebut.

Di dataran tinggi Dieng maupun di pusat kota Wonosobo, Anda bisa menikmati makanan khas yang satu ini, mulai dari kaki lima maupun restoran khusus mie ongklok, mau coba?



Bagaimana, penasaran dengan makanan diatas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Find Us On Facebook