Latest News

Senin, 16 Januari 2017

CERITA UDANG MERAH YANG DIKERAMATKAN DI SULAWESI TENGGARA



Buton - Hampir setiap wilayah Indonesia punya cerita tentang hal-hal yang dikeramatkan. Seperti di Buton, Sulawesi Tenggara inilah cerita danau udang merah.

detikTravel bersama rombongan media dari Jakarta, pekan lalu melancong ke Buton di Sulawesi Tenggara atas undangan Kementerian Pariwisata untuk meliput Festival Budaya Tua Buton. Berbagai destinasi pun didatangi, salah satunya Danau Udang Merah.

Danau Udang Merah berlokasi di dekat Pantai Koguna di Desa Mopano, Kecamatan Lasalimo Selatan, Buton. Dari pusat Kota Buton, butuh sekitar 1 jam lebih untuk tiba di sana dengan medan jalan yang berkelok-kelok.

Sesampainya di Pantai Koguna, traveler harus berjalan kaki menuju Danau Udang Merah. Tak sampai 5 menit, siap-siap melihat danau yang pinggirannya dipenuhi akar-akar pohon bakau dengan air danau yang bening!

"Danau ini airnya terhubung dengan laut. Jadi jika laut sedang surut, air danaunya juga ikut surut. Di sinilah hidup udang merah," ujar Irfan, salah satu staff dari Diskominfo Buton yang menjadi pemandu.
Panoramanya cukup menakjubkan. Saat itu air laut memang sedang surut, sehingga akar-akar pohon bakau terlihat jelas. Panoramanya bak seperti di film-film fiksi saja.




Di pinggiran danaunya terlihat titik-titik merah. Itulah udang merah yang warnanya benar-benar merah seperti habis digoreng. Ukurannya pun cukup besar dan jumlahnya sangat banyak.

"Udang merah di danau ini sudah ada sejak lama. Uniknya hanya hidup di sini dan tidak pindah kemana-mana. Bagi masyarakat Buton, udang merah ini sangat dikeramatkan," tutur Irfan.
Irfan menjelaskan, mengapa danau dan udang merah di sini sangat dikeramatkan. Menurut cerita setempat, ada orang yang coba membawa pulang udangnya tetapi terkena nasib sial. Pun yang mencoba memakan udangnya, konon akan celaka.

"Makanya udang di sini tidak ada yang berani mengusiknya," tegas Irfan.
Namun bagi traveler yang mau memegang udang tersebut, diperbolehkan dengan catatan harus cepat dikembalikan ke air. Danaunya juga cukup dipandangi saja kecantikannya, sebab berenang pun dilarang karena ya itu, danaunya keramat.

Di sekeliling danau terdapat semak belukar yang masih sangat lebat dan alami. Tidak ada biaya untuk datang ke Danau Udang Merah ini, hanya cukup membayar ongkos parkir kendaraan saja. Selamat datang di Danau Udang Merah yang dikeramatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Find Us On Facebook