Latest News

Kamis, 22 Desember 2016

"VIDEO" Kalimantan "Pulau Seribu Sungai"



Kalimantan menyimpan begitu banyak kisah pengaharapan, dan inspirasi yang diceritakan melalui kekayaan alam dan budaya yang dimiliki. Banyak hal yang telah kami pelajari dari pulau "Pulau Seribu Sungai" ini. Pulau ini memberikan kami pelajaran dan inspirasi, salah satunya melalui semangat hidup para Inay, atau para orang tua dari Suku Kayan yang merupakan suku Dayak dari rumpun Kenyah-Kayan-Bahau.



Para inay ini mungkin kelihatan tua dan rentan, tubuhnya tidak lagi kuat seperti kita yang masih muda. Tapi terlepas dari umur mereka yang tua, ternyata mereka memiliki semangat luar biasa, lebih dari apa yang terlihat dari kondisi fisik mereka. Di usia mereka yang sudah senja, mereka masih tetap semangat bekerja, tidak menggantungkan diri pada oranglain dan tidak menjadi beban untuk keluarga mereka. Semangat kerja mereka selaras dengan semangat mereka untuk menjaga dan melestarikan kekayaan alam dan budaya sebagai salah satu bentuk atau upaya dalam menjunjung nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Hal lain yang kami dapatkan dari para Inay adalah eratnya rasa kekeluargaan yang diberikan para Inay. Salah satu hal yang berkesan bagi kami adalah saat hendak berpamitan untuk kembali ke Jakarta. Pak Irang atau yang biasa kami panggil Amay Irang, seorang tetua adat yang mengizinkan kami untuk tinggal di rumahnya, meneteskan air mata ketika mengucapkan kata-kata perpisahan. Satu pesan Amay kepada kami, “apabila ada umur dan kesempatan lagi untuk berkunjung ke Kalimantan, jangan pernah singgah kemana pun juga sebelum terlebih dulu singgah ke desa dan rumah dari Amay Irang”. Karena untuk Amay kami telah dianggap sebagai keluarga baru, dan kampung Amay sudah menjadi kampung halaman kami juga.

Amay juga berpesan agar kami dapat terus membantu dan aktif dalam upaya pelestarian seni budaya mereka agar tetap abadi. Perpisahan kami diakhiri dengan pelukan hangat dan cucuran air mata.
Salah satu hal yang juga membuat kami bangga akan Indonesia karena kekayaan flora dan fauna yang tersimpan di dalamnya, dalam hal ini di Kalimantan. Bukan hanya orangutan, bekantan, dan burung enggang saja, yang membuat Indonesia dikenal dimata dunia, ternyata Kalimantan juga memiliki hewan lucu bernama pesut, yang biasa dikenal sebagai lumba-lumba air tawar berkepala melon.

Sayangnya nasib mereka tidak jauh berbeda dengan temannya yang lain seperti orangutan. Kedua hewan ini sekarang berada di ambang kepunahan. Padahal, merupakan pengalaman yang sangat luar bisa menyenangkan ketika kami bisa melihat mereka berada di habitat alaminya. Memang tidak mudah menjelajahi sungai dan hutan, namun semua kesulitan itu berubah menjadi pengalaman berharga dan tak terlupakan saat kami dapat melihat hewan-hewan itu hidup dengan damai di habitatnya.
Selama ini kami hanya tahu tentang alam dan budaya Kalimantan lewat pelajaran di sekolah, atau lewat konten-konten di media dan internet. Tetapi kami beruntung karena kami mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung apa yang selama ini hanya bisa kami bayangkan.

Kalimantan adalah salah satu hadiah yang diberikan Tuhan kepada kita yang bijaksana. Jadi ayo kita lestarikan dan sama-sama kita bawa harapan bagi kelangsungan hidup spesies yang ada di dalamnya. Jangan mau kalah sama para inay, yah :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Find Us On Facebook