Latest News

Rabu, 21 Desember 2016

Traveling Tanpa Gadget di Moleknya Alam Kintamani, Berani Coba?


Teknologi gadget memang memudahkan manusia untuk melakukan banyak hal yang mereka sukai. Sayangnya, gadget tidak selamanya memberikan kemudahan. Apalagi situasi Indonesia yang serba kacau seperti sekarang. Menggunakan gadget yang ada fitur media sosialnya justru membuat kita jadi geram. Berita-berita hoax, menyudutkan, dan menyalahkan justru sangat banyak.
Oh ya, kalau kamu sudah geram dengan apa yang ada di sosial media dan ingin merasakan sesuatu yang lebih menyegarkan. Coba lakukan digital detox dengan mengurangi penggunaan alat elektronik terutama ponsel dan laptop dan lebih banyak melakukan aktivitas outdoor seperti traveling yang salah satunya bisa kamu lakukan di Kintamani, Bali.
Berani mencoba tantangan dengan tidak menggunakan gadget den menjelajahi destinasi menarik di Kintamani? Berikut rekomendasi tempat yang bisa kamu jadikan sasaran empuk.

1. Mendaki di Gunung Batur



Tempat pertama yang bisa kamu jelajahi untuk melakukan detox digital adalah Gunung Batur. Di gunung ini kamu bisa melakukan pendakian pada dini hari agar bisa sampai di puncak dan menyaksikan matahari terbit yang sangat memesona. Oh ya, kalau ini pertama kalinya kamu mendaki, usahakan menggunakan jasa pemandu yang ada di pos keberangkatan. Biasanya jasa pemandu dipatok sekitar Rp50.000,00 hingga Rp100.000,00 per orang.
Karena pendakian dilakukan pada dini hari, usahakan untuk membawa senter atau penerangan lainnya. Hal ini dilakukan agar kamu tidak kesasar dan telat menyaksikan matahari terbit yang indah membuat banyak bule rela menjadi jauh-jauh di pagi hari yang sangat beku.

2. Menikmati Kemagisan Desa Penelokan



Kintamani yang dikenal dengan anjing ras Kintamani ini juga dikenal memiliki desa yang menjadi pusat kuliner. Di desa yang bernama Penelokan ini, kamu bisa beristirahat sejenak sebelum dan sesudah mendaki Gunung Batur. Restoran atau kedai di sini siap memanjakanmu dengan kuliner khas Kintamani seperti hidangan ikan mujair yang diambil dari Danau Batur.
Oh ya, pada tahun 1917 desa ini pernah porak-poranda terkena erupsi dari Gunung Batur. Namun, warga desa setempat kembali bangkit dan mengubah desanya menjadi semacam rest area yang selalu ramai dikunjungi oleh turis dari dalam dan luar negeri. Mereka ingin nguliner tipis-tipis sembari melihat danau dan gunung Batur dari kejauhan.

3. Menjelajahi Danau Batur yang Eksotis



Selanjutnya, kamu bisa menjelajahi Danau Batur yang menjadi kaki dari Gunung Batur. Di danau yang konon terbentuk dari letusan gunung ini kamu bisa melakukan beberapa aktivitas menyenangkan. Pertama kamu bisa sedikit mendaki ke sekitaran gunung dan melihat air yang kadang berubah warna karena ada kandungan belerengnya.
Aktivitas menyenangkan kedua yang bisa kamu lakukan adalah memancing. Danau Batur memiliki banyak sekali ikan yang bisa kamu dapatkan. Sebelum ke Danau Batur usahakan bawa alat pancing atau menyewa alat pancing yang sudah disediakan oleh warga lokal yang hidup di sekitaran Danau Batur.

4. Menyesapi Misteri Desa Trunyan

Salah satu daya tarik dari Kintamani yang sampai membuat wisatawan asing rela jauh-jauh datang adalah Desa Trunyan. Mengapa harus desa ini? Karena desa ini memiliki keunikan tersendiri dalam adatnya. Seseorang yang meninggal dunia tidak dikubur di dalam tanah. Mereka dibiarkan berada di atas tanah dan di bawah pohon tarumenyan.




Desa Trunyan [image source]

Meski mayat diletakkan di atas tanah, bau busuk yang seharusnya ditimbulkan oleh mayat justru tidak ada. Mayat sama sekali tidak menimbulkan bau apa-apa. Kalau kamu datang ke sini jangan kaget kalau menemukan banyak tengkorak atau tulang lain yang berserakan di tanah dan tidak hancur.
Nah, gimana? Seru sekali bukan menjelajahi alam Kintamani yang memukau. Ayo gunakan waktu liburmu meski hanya 1-2 hari saja untuk lepas dari dunia digital dan lebih banyak menyatu dengan alam. Berani coba?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Find Us On Facebook