Latest News

Jumat, 24 Februari 2017

FORT NASSAU : JEJAK BERDARAH SI WATERKASTEEL



Tahun 1529, Portugis berusaha untuk membangun sebuah benteng di pesisir pantai Pulau Naira. Tapi pembangunan benteng tidak diteruskan setelah mereka berhasil membangun pondasi benteng. Mereka meninggalkan pekerjaan karena mendapat perlawanan dari Penduduk Banda. Hal itu dikarenakan posisi benteng yang berada di daerah terbuka sehingga mudah diintai oleh Penduduk Banda.

Pada 25 April 1608, komandan armada Belanda , Laksamana Pieterzoon Verhoeven mendaratkan 300 tentara di Pulau Naira untuk memulai membuat benteng. Namun setelah membuang banyak tenaga dan waktu, ternyata lokasi tanah pembangunan benteng itu labil.

Verhoeven dan anak buahnya kemudian memilih lokasi bekas pondasi bangunan benteng yang pernah dibuat oleh Portugis sebelumnya. Lokasi ini dinilai sangat bagus menurut Verhoeven, karena berada di pesisir yang berhadapan langsung dengan Pulau Banda Besar.

Penduduk Banda merasa terancam atas kekuatan Belanda yang berusaha mendirikan benteng. Gelagat tak baik Belanda untuk memonopoli industri pala di Banda pun tercium. Para Pemuka Masyarakat Banda yang digelari Orang Kaya Banda, mengatur siasat untuk menggagalkan pembangunan benteng.
Maka pada 22 Mei 1608, dengan penuh percaya diri Verhoeven menghadiri undangan Pemuka Masyarakat Banda untuk melakukan Perundingan. Namun naas bagi Verhoeven karena ternyata dia memasuki sebuah perangkap. Verhoeven dan 40 anak buahnya tewas.




Peristiwa ini disaksikan oleh Jan Pieterzoon Coen yang saat itu menjabat sebagai Juru Tulis dibawah komando Verhoeven. Coen berhasil melarikan diri dan dikemudian hari, Coen kembali ke Banda untuk melakukan pembalasan atas peristiwa itu.

Belajar dari peristiwa yang dialami oleh Verhoeven dan anak buahnya, pada tahun 1609 Belanda mempercepat pendirian benteng. Gubernur Jenderal VOC, Pieter Both, menunjuk Laksamana Simon Janszoon Coen untuk menyelesaikan pembangunan dan Benteng Nassau akhirnya berdiri.

Waterkasteel
Letaknya yang berada di pesisir pantai, menjadikan Benteng Nassau sebagai labuhan kapal-kapal pengangkut rempah. Benteng ini juga difungsikan sebagai gudang penyimpanan rempah-rempah sebelum diangkut oleh kapal dagang Belanda. 




Di sisi-sisi benteng dibangun parit besar yang di dalamnya mengalir air laut. Parit-parit ini juga berfungsi sebagai akses masuk kapal-kapal yang akan melakukan bongkar-muat dari dan ke dalam benteng. Karena dikelilingi oleh parit yang digenangi air laut, maka Benteng Nassau ini juga dikenal sebagai “waterkasteel”. 

Pada tahun 1612 terdapat catatan yang menyebutkan bahwa di Benteng Nassau terdapat 26 meriam, dan 48 bejana yang separuhnya berisi mesiu. Lima tahun kemudian, yaitu pada tahun 1617, pamor benteng ini tersebar ke seluruh pelosok dunia.

08 Mei 1621, Coen membantai para Pemuka Masyarakat Banda atau Orang Kaya Banda, di Benteng Nassau. Para Pemuka Masyarakat Banda atau Orang Kaya Banda diikat menjadi dua kelompok, sesuai berat-ringannya tindak kejahatan yang telah mereka lakukan.

Tak ada orang lain yang boleh masuk; lalu oleh 6 orang Jepang dengan pedang tajam masing-masing dari para tahanan itu dibelah dua, kepala mereka dipenggal, tubuh mereka dipotong empat. Kepala-kepala yang dipenggal itu ditancapkan di atas ujung bambu dan potongan-potongan tubuh ditempel pada batang bambu.

Pada tahun 1684 rumah tinggal gubernur dan kepala perdagangan yang dibangun di dalam Benteng Nassau terkoyak, sehingga kemudian bangunan-bangunan tersebut dipindahkan ke luar benteng. Pamor benteng ini pun turun sesudah Benteng Belgica dibangun di satu bukit di atas Benteng Nassau. 

Wisata Sejarah Benteng Nassau

Benteng Nassau berada di tengah-tengah Kota Banda dan mudah untuk dijangkau. Jika Anda berkunjung ke Pulau Naira, Kepulauan Banda, Anda bisa mencapai Benteng Nassau hanya dengan berjalan kaki saja.




Bangunan Benteng Nassau berada diketinggian 2,70 meter dari permukaan laut. Mempunyai denah berbentuk segi empat dengan luas bangunan 3,159 meter persegi dan luas halaman 1,525 meter persegi.

Benteng ini awalnya mempunyai bastion yang terletak pada sudut barat laut dan timur laut. Bastion-bastion itu hancur akibat serangan Inggris pada tahun 1810.

Terdapat dua buah gerbang masuk berbentuk lengkung pada benteng ini. Dua gerbang tersebut terletak di sisi selatan dan barat. Gerbang pada sisi barat merupakan gerbang utama.



Kini Benteng Nassau sedang dalam pembangunan ulang untuk mengembalikan wajah benteng seperti sedia kalanya. Dalam waktu dekat pengerjaannya akan selesai. Siapapun yang berkunjung ke Benteng Nassau, akan menemukan kondisi benteng seperti wujud aslinya.

Segera susun rencana Anda untuk menggali sejarah di Kepulauan Banda. Sejarah yang menjadikan Indonesia. Datang, Lihat dan Ceritakan. Banda Naira menanti Anda.
Sumber Foto
  • FOTO 1: Via Instagram : @alexandersriewijono
  • FOTO 2: Via instagram : @alexandersriewijono
  • FOTO 3 
  • FOTO 4
  • FOTO 5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Find Us On Facebook