Latest News

Rabu, 07 Desember 2016

Belitung, Maladewa ala Indonesia








Maldives yang terletak di Samudera Hindia atau disebut juga dengan Kepulauan Maladewa adalah salah satu pulau yang indah dan sudah terkenal di dunia. Jika Anda ingin menikmati keindahan lat biru nan eksotik seperti yang ada di Maladewa, maka kin Anda tidak perlu jauh-jauh ke sana. Anda cukup datang ke Belitung, maka semua impian Anda akan terwujud dalam waktu yang tidak lama.
Anda akan dapat menikmati dan menemukan keindahan ala Maladewa di  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

Menteri Pariwisata Arief Yahya rencananya akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) KEK Pariwisata Tanjung Kelayang yang terletak di Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pembangunan ini juga akan tercatat sebagai KEK yang realisasi pembangunannya tercepat di Indonesia.

Tanjung Kelayang ditetapkan sebagai KEK Pariwisata oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016 lalu. Praktis, realisasi pembangunan dimulai hanya dalam waktu lima setengah bulan sejak penetapan tersebut.

Padahal, rata-rata pembangunan KEK berjalan dua sampai tiga tahun sejak ditetapkan pemerintah, seperti KEK lainnya yakni Sei Mangkei, Tanjung Lesung, Morotai, dan Tanjung Api-api.



Tanjung Kelayang merupakan satu dari sepuluh destinasi utama pariwisata prioritas nasional. Kementerian Pariwisata memperkirakan kawasan ini dapat menjadi Maladewa versi Indonesia dan Bali kedua.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Kelayang berdiri di atas lahan seluas 432 hektar dan mulai digarap untuk landasan pacu bandara, pembangunan instalasi air bersih, listrik, dan perluasan jalan. Pemerintah menganggarkan Rp20 Triliun untuk Tanjung Kelayang.

Rencananya, kawasan ini akan berdiri resor dan hotel standar internasional. Setelahnya akan dibangun sepuluh fasilitas pariwisata lainnya mulai dari resor, klub pantai dan berkuda, hingga kawasan homestay.

"Akselerasi pembangunan akan berjalan cepat bila investor memiliki komitmen dan reputasi, serta ada wujud konkrit sinergi kuat antara pemerintah pusat serta daerah," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Kementerian Pariwisata memperkirakan pembangunan kawasan ini mampu mendatangkan 500 ribu wisatawan ke Belitung, atau meningkat 50 kali lipat dibanding kunjungan turis asing pada 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Find Us On Facebook